Kawasan yang menjadi objek keunikan geologi dapat diamati pada daerah seluas 20 x 20 km2 atau pada batas koordinat 109o35’-109o41’BT dan 7o25’-7o36’LS. Desa Karangsambung yang berada dan menjadi titik pusat di dalam kawasan ini terletak 19 km di sebelah utara kota Kebumen. Bagian utara kawasan geologi Karangsambung merupakan bagian dari Lajur Pegunungan Serayu Selatan. Pada umumnya daerah ini terdiri atas dataran rendah hingga perbukitan menggelombang dan perbukitan tak teratur yang mencapai ketinggian hingga 520 m. Musim hujan di daerah ini berlangsung dari Oktober hingga Maret, dan musim kemarau dari April hingga September. Masa transisi diantara kedua musim itu adalah pada Maret-April dan September-Oktober. Tumbuhan penutup atau hutan sudah agak berkurang, karena di beberapa tempat telah terjadi pembukaan hutan untuk berladang atau dijadikan hutan produksi (jati dan pinus).
Singkapan Batuan Langka
Geotourism atau wisata geologi adalah salah satu kegiatan berwisata dengan mengunjungi obyek-obyek alam yang mengarah pada unsur geologi, yaitu tentang bumi dan sejarahnya. Salah satunya adalah mengunjungi “saksi” evolusi bumi jutaan tahun yang lalu di Kawasan Karangsambung.
Mengapa Karangsambung?
Panorama Alam dengan keindahan dan fenomena alamnya yang menakjubkan yang langka t
idak terdapat dimanapun di Indonesia, sehingga Karangsambung sebagai daerah tujuan “Wisata Minat Khusus Kebumian." Daerah Karangsambung dan sekitarnya adalah tempat berhimpunnya beraneka ragam batuan yang mencul dari dalam perut Bumi. Para geolog menyebut lapangan geologi Karangsambung sebagai lapangan geologi terlengkap di Dunia. Ia merupakan jejak-jejak tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi 117 juta tahun-60 juta tahun. Ia juga merupakan pertemuan lempeng Asia dengan lempeng Hindia. Daerah Lok Ulo merupakan lapisan pratersier tertua yang umurnya diperkirakan sudah 117 juta tahun.
idak terdapat dimanapun di Indonesia, sehingga Karangsambung sebagai daerah tujuan “Wisata Minat Khusus Kebumian." Daerah Karangsambung dan sekitarnya adalah tempat berhimpunnya beraneka ragam batuan yang mencul dari dalam perut Bumi. Para geolog menyebut lapangan geologi Karangsambung sebagai lapangan geologi terlengkap di Dunia. Ia merupakan jejak-jejak tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi 117 juta tahun-60 juta tahun. Ia juga merupakan pertemuan lempeng Asia dengan lempeng Hindia. Daerah Lok Ulo merupakan lapisan pratersier tertua yang umurnya diperkirakan sudah 117 juta tahun.Verbeek (1891), geolog Belanda, adalah orang yang pertama kali melakukan penelitiaan di sana. Akan tetapi hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun 1933. Sukendar Asikin adalah geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori tektonik lempeng.
Paket wisata geologi tergolong wisata alam, hal ini sangat cocok untuk dinikmati sebagai penghilang kejunuhan sekaligus menambah Ilmu tentang Kebumian. Tidak hanya ditujukan bagi kalangan pendidikan, masyarakat umum pun dapat melakukan perjalanan wisata geologi di Kawasan Karangsambung. Paket Geowisata ini lebih menitik beratkan pada pengetahuan umum terkait dengan bukti-bukti geologi yang ada di kawasan karangsambung. Selain itu akan didapatkan pengetahuan pengetahuan dasar tentang Geologi, semisal pengetahuan tentang jenis batuan, singkapan batuan dasar samudera, pengetahuan tentang Kompas Geologi, dasar dasar pembacaan peta dan juga presentasi dari Staf Peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung.
Karangsambung merupakan objek andalan Kepariwisataan Khusus Kebumian (Geowisata). Karangsambung banyak dikunjungi oleh pelajar mulai Taman Kanan-kanak, SD, SLTP dan SLTA, selain hanya sekedar berkunjung menikmati pemandangan objek-objek geologi juga mendapatkan ilmu yang berkaitan dengan kebumian yang disajikan/dipresentasikan oleh Peneliti dan Pemandu Balai Informasi Dan Konservasi Kebumian Karangsambung - LIPI.
Disamping pelajar yang berkunjung, secara reguler mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan berbagai bidang ilmu/fakultas yang ada di Indonesia hingga kini melakukan pendidikan dan latihan geologi lapangan di Karangsambung, malah dari beberapa Perguruan Tinggi yang memiliki nama besar melakukannya hingga 30 hari.
Sungguh indah ciptaan-Mu ya Allah, Robbana maa kholaqta hadza bathila, subhanaka fa kina adzabbannar…(Ya Tuhanku, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari api neraka…)
Sumber:
Keunikan geologi daerah Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pertama kali dilaporkan oleh ahli geologi Belanda Ch. E. A. Harloff pada tahun 1933. Berbagai jenis batuan yang berasal baik dari kerak Samudra maupun dari kerak Benua, yang umur tertuanya mulai dari Kapur (145 juta tahun lalu) hingga Holosen terdapat di daerah ini. Karena kelengkapan dan keunikan batuannya itulah di daerah Karangsambung pada tahun 1964 didirikan kampus lapangan geologi untuk tempat standarisasi pendidikan dan latihan pengetahuan lapangan geologi. Sejak berdirinya kampus lapangan geologi Karangsambung tahun 1964 hingga saat ini (tahun 2002) tidak ada catatan dalam satu kesatuan yang utuh, kompak dan komprehensif yang merangkum dan mendokumentasikan keanekaragaman batuan dan keunikan aspek geologi pada daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengintegrasikan dan mendokumentasikan seluruh informasi geologi Karangsambung untuk keperluan pendidikan pengetahuan kebumian. Hasil penelitian tahun pertama dimanifestasikan dalam bentuk 100 specimen batuan yang masing-masing mewakili unit batuan di kawasan geologi Karangsambung. Pada tahun berikutnya direncanakan akan diterbitkan atlas batuan tersebut dan alat peraga multi media.
mohon maaf ya gan kalo trit nya rada berantakan, soalnya ane masi nubie, belom tau apa-apa
malu
Spoiler for mohon
di rate ***** ya gan...
Karangsambung, 'Black-Box'-nya Proses Alam
Spoiler for karangsambung
Karena banyak yang belum tahu tentang kawasan geologi Karangsambung Kabupaten Kebumen, akibatnya minat untuk berkunjung ke kawasan tersebut masih sangat kecil. Padahal di kawasan tersebut, terdapat berbagai monumen geologi yang sangat unik. Fenomena geologinya juga sangat khas sepanjang evolusi bumi. Mulai dari zaman kapur atau sekitar 120 juta tahun yang lalu. Demikian pula dengan basement Pulau Jawa yang berupa batuan metamorf, tersingkap dengan baik di kawasan tersebut. Di Karangsambung, tersingkap aneka batuan dari berbagai umur dan proses kejadiannya. Batuan-batuan itu merupakan rekaman peristiwa pembentukan muka bumi ini. "Karangsambung adalah black box-nya proses alam. Sangat menarik untuk dikunjungi," kata Sekretaris Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Rochadi Abdulhadi di UPT Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (UPT BIKK) LIPI Karangsambung, Selasa (4/9). Dengan berkunjung ke kawasan geologi Karangsambung sekaligus masuk ke museum geologi yang ada di Kampus UPT BIKK LIPI Karangsambung, bisa diperoleh jawaban atas pertanyaan apakah bumi itu, bagaimana mula jadinya, apa evolusi itu dan apa artinya bagi kehidupan manusia. Harapannya, manusia menjadi lebih arif memperlakukan bumi. Karena selain mengandung potensi sumberdaya alam, bumi juga memiliki potensi bencana. Karena itu bumi harus dicermati dan diperlakukan dengan baik. Dengan jalan-jalan menjelajahi kawasan geologi Karangsambung, akan melihat bukti keunikan dan keanekaragaman batuan yang tersingkap akibat tumbukan lempeng Samudra India-Australia dengan lempeng Asia Tenggara yang terjadi pada zaman Kapur Akhir sampai Tersier Awal (sekitar 70 juta tahun yang lalu). Karangsambung merupakan salah satu situs geologi penting di Pulau Jawa. Fenomena geologinya sangat langka. Situs-situsnya berkaitan erat dengan sejarah pembentukan dan perkembangan cekungan selama akhir mesozoikum hingga permulaan tersier berdasar pendekatan tektonik. Oleh para ahli geologi, Karangsambung dianggap sebagai miniatur keanekaragaman bumi atau geodiversity. Selain itu, menjadi kompleks fosil daerah tunjaman. Di mana batuan asal benua dan batuan asal samudera tercampur aduk menjadi satu secara tektonik. Di Karangsambung juga terdapat batuan-dasar tertua di Pulau Jawa yang tersingkap.
karangsambung situsnya batuan
Inilah beberapa situs yang bisa dipelajari untuk mengetahui sejarah bumi, khususnya proses evolusi lempeng Asia bagian tenggara.
1. Situs batuan metamorf serpentinit di Pucangan
Spoiler for baca
Batuan berwarna kehijauan ini berasal dari perut bumi di bawah lantai samudra. Batu ini malihan dari batu ultra basa hasil pembekuan magma pada kerak samudra. Batu ini berubah ketika bersentuhan dengan air laut dan berubah lagi ketika masuk zona tunjaman dan terangkat ke permukaan bumi.
2. Situs batuan metamorf sekis mika di Kali Brengkok
Spoiler for baca
Batuan dengan mineral mika yang berkilauan ketika tertimpa sinar matahari ini adalah batu tertua yang tersingkap di Pulau Jawa. Pengukuran dengan radioaktif menunjukkan batuan ini berumur 121 juta tahun, dari Zaman Kapur.
Batuan alas Pulau Jawa ini memiliki nilai ilmiah tinggi karena membuktikan bahwa sejak zaman itu telah terjadi tumbukan lempeng samudra dengan lempeng benua di kawasan Karangsambung.
Batuan ini berasal dari batuan pasir yang mengandung mineral asam dari lempeng benua yang masuk ke zona subduksi dan berubah menjadi sekis mika.
Batuan alas Pulau Jawa ini memiliki nilai ilmiah tinggi karena membuktikan bahwa sejak zaman itu telah terjadi tumbukan lempeng samudra dengan lempeng benua di kawasan Karangsambung.
Batuan ini berasal dari batuan pasir yang mengandung mineral asam dari lempeng benua yang masuk ke zona subduksi dan berubah menjadi sekis mika.
3. Situs batu rijang dan lava basal berbentuk bantal di Kali Muncar
Spoiler for baca
Batuan sedimen ini terbentuk di dasar samudra purba 80 juta tahun lampau. Batu ini memberi fakta kuat bahwa dahulu Karangsambung adalah dasar samudra yang terangkat oleh proses geologi.
Batuan sedimen berwarna merah memanjang sekitar 100 meter pada dinding Kali Muncar itu ibarat layar pertunjukan wayang kulit, atau kelir dalam bahasa Jawa. Hal ini membuat masyarakat setempat menamainya Watu Kelir, apalagi di atasnya terdapat batuan beku yang bentuknya mirip kenong dan gong.
Batuan sedimen merah ini terdiri atas lapisan rijang dan lapisan lempung merah gampingan. Rijang berwarna merah karena mengandung unsur besi dan berisi fosil Radiolaria berusia 80 juta tahun atau Zaman Kapur Atas. Batuan dasar samudra pada kedalaman minimal 4.000 meter ini seharusnya horizontal, tapi menjadi tegak karena pengaruh tektonik yang mengangkatnya.
Batuan beku di bagian atasnya adalah lava basal dari gunung berapi di dasar laut. Lava bantal ini terbentuk pada zona pemekaran dasar samudra, yang langsung membeku ketika terkena air laut. Batu ini adalah bukti adanya kegiatan vulkanis bawah laut yang mengakibatkan pemekaran tengah laut.
Batuan sedimen berwarna merah memanjang sekitar 100 meter pada dinding Kali Muncar itu ibarat layar pertunjukan wayang kulit, atau kelir dalam bahasa Jawa. Hal ini membuat masyarakat setempat menamainya Watu Kelir, apalagi di atasnya terdapat batuan beku yang bentuknya mirip kenong dan gong.
Batuan sedimen merah ini terdiri atas lapisan rijang dan lapisan lempung merah gampingan. Rijang berwarna merah karena mengandung unsur besi dan berisi fosil Radiolaria berusia 80 juta tahun atau Zaman Kapur Atas. Batuan dasar samudra pada kedalaman minimal 4.000 meter ini seharusnya horizontal, tapi menjadi tegak karena pengaruh tektonik yang mengangkatnya.
Batuan beku di bagian atasnya adalah lava basal dari gunung berapi di dasar laut. Lava bantal ini terbentuk pada zona pemekaran dasar samudra, yang langsung membeku ketika terkena air laut. Batu ini adalah bukti adanya kegiatan vulkanis bawah laut yang mengakibatkan pemekaran tengah laut.
4. Situs batuan breksi di Bukit Waturanda
Spoiler for baca
Batuan kehitaman ini mengandung fragmen andesit dan lava. Singkapan batuan di tepi jalan dengan lereng tebing vertikal ini perselingan batu pasir dengan breksi. Formasi Waturanda ini ditafsirkan sebagai fluxoturbidite yang diendapkan pada cekungan muka busur. Sumber material diperkirakan berasal dari aktivitas magmatik Eosen-Miosen.
PROSES ALAM
Spoiler for karangsambung
Karangsambung dengan kawasan ilmiahnya seluas 300 km2 merupakan kawasan dengan kondisi geologi yang sangat menarik dan unik hasil interaksi pertemuan lempeng Samudra Hindia Australia dengan lempeng benua Eurasia serta proses geomorfologi yang terjadi. Pada kawasan ini ditemukan aneka ragam batuan tua dari berbagai lingkungan pembentukan yang berbeda serta morfologi amfiteater yang merupakan proses alam mulai 121 juta tahun lalu hingga kini. Pada kawasan ini ditemukan bukti-bukti alam yang menguatkan kebenaran Teori Tektonik Lempeng.
Di kawasan ini telah dikembangkan geowisata, suatu jenis wisata minat khusus yang memanfaatkan potensi sumber daya alam geologi, seperti bentuk bentang alam, batuan penyusun, struktur, dan sejarah bumi dengan titik berat kunjungan untuk pengayaan wawasan dalam pemahaman proses pembentukan fenomena fisik alam.
Banyak kalangan telah memanfaatkan Karangsambung sebagai media pembelajaran untuk memahami batuan dan proses-proses alam yang mengikutinya.
Memperhatikan potensi objek wisata Kebumen yang mengandalkan alam, keberadaan Karangsambung sangat penting untuk memberikan landasan pemahaman tentang batuan dan proses-proses alam sehingga akan sangat membantu pemahaman proses alam yang terjadi pada objek wisata lain. Barangkali Tuhan telah menggariskan, bila Anda ingin belajar kebumian maka datanglah ke Kebumen.
Sesuai dengan nama daerahnya, Kebumen adalah tempat yang baik dan tepat untuk belajar kebumian seperti watak Ki Bumi Dirdjo yang bersikap cinta ilmu (mendirikan pedepokan untuk belajar agama), andhap asor , dan berbudi bawa laksana . Selamat berulang tahun ke-70 Kabupaten Kebumen. (55j)
Di kawasan ini telah dikembangkan geowisata, suatu jenis wisata minat khusus yang memanfaatkan potensi sumber daya alam geologi, seperti bentuk bentang alam, batuan penyusun, struktur, dan sejarah bumi dengan titik berat kunjungan untuk pengayaan wawasan dalam pemahaman proses pembentukan fenomena fisik alam.
Banyak kalangan telah memanfaatkan Karangsambung sebagai media pembelajaran untuk memahami batuan dan proses-proses alam yang mengikutinya.
Memperhatikan potensi objek wisata Kebumen yang mengandalkan alam, keberadaan Karangsambung sangat penting untuk memberikan landasan pemahaman tentang batuan dan proses-proses alam sehingga akan sangat membantu pemahaman proses alam yang terjadi pada objek wisata lain. Barangkali Tuhan telah menggariskan, bila Anda ingin belajar kebumian maka datanglah ke Kebumen.
Sesuai dengan nama daerahnya, Kebumen adalah tempat yang baik dan tepat untuk belajar kebumian seperti watak Ki Bumi Dirdjo yang bersikap cinta ilmu (mendirikan pedepokan untuk belajar agama), andhap asor , dan berbudi bawa laksana . Selamat berulang tahun ke-70 Kabupaten Kebumen. (55j)
y, 08 July 2011 10:17

| Kawasan Karangsambung, bisa dikatakan laksana suatu monumen atau taman batuan hasil evolusi bumi mulai Zaman Kapur (sekitar 120 juta hutan yang lalu) sampai sekarang. |
KEBUMEN - Tempat ini berbeda dari objek wisata lain yang sering kita kunjungi. Daerah ini lebih tepat disebut sebagai daerah wisata ilmiah atau yang banyak dikenal dengan sebutan geowisata.Taman batuan alam yang konon merupakan taman geologi yang terlengkap di Asia Pasifik memiliki beberapa keunikan.
Di sini kita dapat melihat contoh batuan, proses pembuatan kerajinan batu mulia, preparasi batuan dan analisa atau uji mutu serta pemaduan ke beberapa lokasi batuan yang sangat penting bagi dunia ilmu pengetahuan yang tersingkap di lapangan.
Kawasan Karangsambung, bisa dikatakan laksana suatu monumen atau taman batuan hasil evolusi bumi mulai Zaman Kapur (sekitar 120 juta hutan yang lalu) sampai sekarang.
Pada kawasan ini bisa dijumpai bukti-bukti batuan hasil tumbukan Lempeng Samudera Hindia Australia dengan Lempeng Benua Eurasia. Zona tumbukan ini sekarang telah bergeser kurang lebih 312 km ke arah selatan di dasar Samudera Indonesia.
Di taman geologi ini bisa kita jumpai aneka ragam batuan, baik batuan beku, sedimen dan metamorf, yang terbentuk pada dasar samudera sampai tepi benua yang terbentuk, kesemuanya tercampur aduk dengan 'deformasi' yang kuat.
'Morfologi' nya merupakan hasil interaksi antara batuan, struktur geologi dan proses erosi, yang mencerminkan suatu 'pembalikan topografi', sehingga membentuk rangkaian gunung melingkar dengan lembah memanjang di tengahnya, menyerupai tapak kuda. (c8/lik)
Geologi Karsam
Kondisi regional daerah Karangsambung (karsam)Daerah Karangsambung memiliki ciri khas geologi yang sangat menarik untuk dipelajari. Pada daerah ini terdapat batuan Pra-tersier dengan jenis batuan yang beragam serta tatanan dan struktur geologi yang sangat kompleks. Kondisi geologi yang kompleks ini terbentuk karena pada daerah karangsambung merupakan zona meratus, yaitu daerah pertemuan antara lempeng (subduksi) yang terangkat. Lempeng yang saling bertabrakan tersebut membentuk boudin-boudin lonjong yang membentuk formasi masing-masing dengan jenis batuan yang beragam. Sebelum palung subduksi tersebut terangkat, banyak jenis batuan yang terendapkan dengan batuan dominannya berupa batu lempung. Pada daerah ini juga ditemukan batuan yang berada di laut dalam, karena proses pengangkatan pada zona palung subduksi tersebut.
Geologi Karangsambung mempunyai formasi yang khas jika dibandingkan dengan daerah lain. Hal ini terlihat dari bentuk morfologi yang berbentuk lonjong-lonjong dan berbukit dengan batuan yang berbeda-beda, stratigrafi daerah ini sangat khas dan membentuk formasi yang beragam, struktur geologi pada daerah ini terdiri dari lipatan, sesar dan kekar.1. Geomorfologi Regional
Di daerah ini dapat dibedakan empat satuan morfologi yaitu pegunungan, perbukitan, dataran alluvial, batuan intrusi atau pegunungan muda.

Morfologi KARSAM
sumber google earth
2. Stratigrafi Geologi RegionalStratigrafi daerah pengamatan Luk Ulo menunjukkan bahwa formasi batuan tertua, sedangkan formasi selengkapnya yaitu
- Kompleks Melange Luk Ulo yang berumur Pra Tersier.
- Formasi Karangsambung yang terdiri atas Lempung Hitam.
- Formasi Totogan dengan batuan utamanya lempung bersisik.
- Formasi Waturanda yang terdiri atas perlapisan batu pasir dan batuan breksi.
- Formasi Panosogan yang terdiri atas perselingan lempung dan pasir karbonat.

Stratigrafi
3. Struktur Geologi RegionalStruktur geologi yang dijumpai adalah lipatan, sesar, dan kekar. Pada umumnya struktur tersebut dijumpai pada batuan yang berumur Kapur hingga Pleosen. Di beberapa tempat struktur lipatan dan sesar tercermin dan tampak jelas pada benuk bentang alamnya seperti yang terdapat di Karang Sambung. Di tempat lain bentuk struktur hanya dapat diketahui dari pola bentuk sebaran batuan atau ditafsirkan dari pengukuran lapisan di lapangan.
Sukendar Asikin (1974) berdasarkan penelitiannya mendapatkan hasil bahwa secara umum sesar-sesar utama di daerah Luk Ulo ini mempunyai arah timur laut- tenggara untuk daerah utara, dan arah utara selatan.
Daerah Luk Ulo
A. Latar belakang
Luk Ulo merupakan formasi tertua berupa melange yang sangat kompleks, berumur Pra Tersier. Batuannya meliputi graywacke, lempung hitam, lava bantal yang beasosiasi dengan rijang dan lempung merah, turbidit klastik, dan ofiolit yang tersisipkan diantara batuan metamorfose berfasies sekis. Batuan-batuan tersebut merupakan hasil dari pencampuran secara tektonik pada jalur penunjaman (subduction zone), yang juga telah melibatkan batuan-batuan asal kerak samudra dan kerak benua. Kompleks ini dibagi menjadi 2 satuan berdasarkan dominasi fragmen pada masa dasarnya, yaitu satuan Jatisamit di sebelah Barat dan satuan Seboro di sebelah Utara.
B. Intrusi Batuan Diabase di gunung Parang
Gunung Parang merupakan daerah penelitian dengan menggunakan metode gayaberat dan magnetik, guna mengamati bagaimana bentuk intrusi gunung Parang dibawah permukaan. Secara geologi, gunung Parang merupakan intrusi batuan beku diabas. Berwarna abu–abu terang, fanerik, masif, terdapat banyak mineral plagioklas dengan tekstur mineral konsentris. Terdapat struktur kekar kolom dengan struktur : 900, N 63° E ; 480, N 74° E; 500, N 65° E; 710, N 68° E, Pengamatan dilakukan di bagian barat gunung parang. Arah kekar tegah lurus dengan bidang pendinginan, sehingga pada gunung Parang dilihat dari arah kekarnya membentuk bidang pendinginan berupa kipas terbalik.
Daerah Seling
A. Latar belakang
Pada daerah Seling khususnya di dusun Sambeng merupakan suatu wilayah yang pernah mengalami longsoran tanah. Daerah ini didominasi satuan batuan napal lempungan dan breksi yang mengandung air, dimana bagian bawah permukaan daerah ini adalah batuan kompak yang tidak dapat menyerap air, sehingga kemungkinan terbentuk bidang lincir pada batas batuan tersebut yang mempengaruhi arah longsoran tanah pada daerah tersebut.
B. Geologi Daerah Seling
Satuan batuan utama pada daerah ini adalah satuan batuan breksi dan Satuan batuan Napal Lempungan. Kedua satuan batuan ini dilewati oleh zona longsoran, dapat dikatakan zona longsoran memotong kedua satuan batuan ini. Longsoran pada daerah ini merupakan longsoran rayapan dimana pergerakan tanah yang terjadi secara perlahan dalam jangka waktu cukup lama.
Seling :tiang listrik yang miring akibat longsoran
Wisata Geologi di Karangsambung
ini trit pertamax ane gan...
mohon doanya ya...cuma share semoga bermanfaat...
maaf kalo
KARANGSAMBUNG dalam bahasa indonesia berarti wilayah yang ada sambungannya gan...Batuan-batuannya Bersambung-sambung gitu dee... malu
ini 7lokasi di KARANGSAMBUNG gan...deket rumah ane...KEBUMEN
KARANGSAMBUNG ntu obyek wisata geologi gan...tempat penelitian batuan juga
LOKASI 1, kali Lokidang, Sadang
batuan basalt

batuan sedimen gamping merah dan rijang

LOKASI 2, batuan zona dasar dari subduksi, Sadang
Singkapan Batu lempung hitam
Pada zona dasar subduksi akan akan ditemui massa dasar yaitu lempung hitam, warnanya hitam mengkilap. Hal ini disebabkan gesekan antar lempung (uplift), akan tetapi akibatnya batuan menjadi mudah rapuh. Bila dilihat dari strukturnya batuan lempung hitam termasuk pada boudinade sehingga bisa mengetahui arah gaya. Adanya tekanan membuat batuan menjadi memipih (foliasi) dan memanjang, melempung sehingga struktur menjadi bersisik (scaly clay).
LOKASI 3, Pucangan, Sadang
Singkapan Batuan metemorf serpentinite
Batuan serpentinite termasuk pada batuan malihan. Berasal dari perut bumi di bawah lantai dasar samudera. Batu ini malihan dari batu ultra basa hasil pembekuan magma pada kerak samudra. Sedangkan batu ultrabasa sendiri batuan asalnya dari peridotite dan dunite, banyak mengandung mineral olivine yang menyebabkan berwarna hijau. Batu-batu ini berubah ketika bersentuhan dengan air laut . Kemudian batu ultrabasa bergerak bersama lempeng samudera, kemudian masuk zona subduksi, terjadi proses penunjaman disertai metamorfosa kedua menjadi batu serpentinite, dan terakhir muncul ke luar perut bumi disertai retak-retak dikarenakan tekanan.

LOKASI 4, Totogan ,Karangsambung
Zona sesar Karangsambung
Di zona sesar ini telah membagi dua kompleks bukit/bongkahan batu antara batuan tua berumur pratresier yang disebut kompleks mélange dengan batuan muda berumur tresier yang disebut formasi waturondo. Seharusnnya batuan tua ada di bagian bawah memanggul batuan yang muda, akan tetapi pada kenyataannya dua kompleks bukit ini ketinggian puncak-puncaknya relative sama. Hal ini disebabkan sesar telah menggeser salah satu kompleks tersebut.
LOKASI 5, bukit Sipako , Karangsambung
Singkapan batuan metemorf filit dan sekis mika
Batuan filit (warna hitam)berasal dari lempung hitam yang sudah kaya akan karbon (C).
Prosesnya berwal dari daerah palung , kemudian masuklah mineral-mineral organic terutama karbon, kemudian lempeng samudera masuk zona subduksi, kemudian menerima panas dan tekanan, kemudian berubah menjadi filit. Batuan ini memiliki microfault (sesar minor) yaitu adanya garis lekukan-lekukan pada batuan berukuran kecil.

LOKASI 6 , Kali Mandala , Karangsambung
Batas akhir sesar antara 2 batuan beda zaman
Gunung Parang yang terletak sekitar 300 m ke utara dari UPT BIKK Karangsambung LIPI terdapat singkapan batuan beku diabas. Batuan ini diinterpretasikan merupakan batuan intrusi, dan menunjukan struktur kekar tiang (collumnar joint) yang mana merupakan hasil gaya kontraksi pada saat pembekuan magma. Pada daerah ini telah dilakukan konservasi sebagian dan sebagian lagi telah dilakukan penambangan. Apabila penambangan ini terus dilakukan dikhawatirkan batuan diabas akan habis.

LOKASI 7, Kampus BIKK Karangsambung
Batuan Gamping fosil
Batuan ini didalamnya seperti ada koin-koin. Koin-koin tersebut merupakan tubuh dari makhluk laut semacam kerang 50 juta tahun yang lalu. Bisa dipastikan batuan ini bersifat organic karena mengandung fosil. Batuan gamping ini diisi oleh spesies numulites. Terbentuk di laut dangkal dimana cahaya matahari masih bisa masuk.
mohon doanya ya...cuma share semoga bermanfaat...
maaf kalo
KARANGSAMBUNG dalam bahasa indonesia berarti wilayah yang ada sambungannya gan...Batuan-batuannya Bersambung-sambung gitu dee... malu
ini 7lokasi di KARANGSAMBUNG gan...deket rumah ane...KEBUMEN
KARANGSAMBUNG ntu obyek wisata geologi gan...tempat penelitian batuan juga
LOKASI 1, kali Lokidang, Sadang
batuan basalt
batuan sedimen gamping merah dan rijang
LOKASI 2, batuan zona dasar dari subduksi, Sadang
Singkapan Batu lempung hitam
Pada zona dasar subduksi akan akan ditemui massa dasar yaitu lempung hitam, warnanya hitam mengkilap. Hal ini disebabkan gesekan antar lempung (uplift), akan tetapi akibatnya batuan menjadi mudah rapuh. Bila dilihat dari strukturnya batuan lempung hitam termasuk pada boudinade sehingga bisa mengetahui arah gaya. Adanya tekanan membuat batuan menjadi memipih (foliasi) dan memanjang, melempung sehingga struktur menjadi bersisik (scaly clay).
LOKASI 3, Pucangan, Sadang
Singkapan Batuan metemorf serpentinite
Batuan serpentinite termasuk pada batuan malihan. Berasal dari perut bumi di bawah lantai dasar samudera. Batu ini malihan dari batu ultra basa hasil pembekuan magma pada kerak samudra. Sedangkan batu ultrabasa sendiri batuan asalnya dari peridotite dan dunite, banyak mengandung mineral olivine yang menyebabkan berwarna hijau. Batu-batu ini berubah ketika bersentuhan dengan air laut . Kemudian batu ultrabasa bergerak bersama lempeng samudera, kemudian masuk zona subduksi, terjadi proses penunjaman disertai metamorfosa kedua menjadi batu serpentinite, dan terakhir muncul ke luar perut bumi disertai retak-retak dikarenakan tekanan.
LOKASI 4, Totogan ,Karangsambung
Zona sesar Karangsambung
Di zona sesar ini telah membagi dua kompleks bukit/bongkahan batu antara batuan tua berumur pratresier yang disebut kompleks mélange dengan batuan muda berumur tresier yang disebut formasi waturondo. Seharusnnya batuan tua ada di bagian bawah memanggul batuan yang muda, akan tetapi pada kenyataannya dua kompleks bukit ini ketinggian puncak-puncaknya relative sama. Hal ini disebabkan sesar telah menggeser salah satu kompleks tersebut.
LOKASI 5, bukit Sipako , Karangsambung
Singkapan batuan metemorf filit dan sekis mika
Batuan filit (warna hitam)berasal dari lempung hitam yang sudah kaya akan karbon (C).
Prosesnya berwal dari daerah palung , kemudian masuklah mineral-mineral organic terutama karbon, kemudian lempeng samudera masuk zona subduksi, kemudian menerima panas dan tekanan, kemudian berubah menjadi filit. Batuan ini memiliki microfault (sesar minor) yaitu adanya garis lekukan-lekukan pada batuan berukuran kecil.
LOKASI 6 , Kali Mandala , Karangsambung
Batas akhir sesar antara 2 batuan beda zaman
Gunung Parang yang terletak sekitar 300 m ke utara dari UPT BIKK Karangsambung LIPI terdapat singkapan batuan beku diabas. Batuan ini diinterpretasikan merupakan batuan intrusi, dan menunjukan struktur kekar tiang (collumnar joint) yang mana merupakan hasil gaya kontraksi pada saat pembekuan magma. Pada daerah ini telah dilakukan konservasi sebagian dan sebagian lagi telah dilakukan penambangan. Apabila penambangan ini terus dilakukan dikhawatirkan batuan diabas akan habis.
LOKASI 7, Kampus BIKK Karangsambung
Batuan Gamping fosil
Batuan ini didalamnya seperti ada koin-koin. Koin-koin tersebut merupakan tubuh dari makhluk laut semacam kerang 50 juta tahun yang lalu. Bisa dipastikan batuan ini bersifat organic karena mengandung fosil. Batuan gamping ini diisi oleh spesies numulites. Terbentuk di laut dangkal dimana cahaya matahari masih bisa masuk.
No comments:
Post a Comment